Now Playing Tracks

Umurku untuk memenangkanmu (Reposting)

Jika ada orang yang bertanya kepada kita, berapa umur-mu sekarang? Maka jawaban kita adalah empat puluh tahun atau mungkin tiga puluh tahun atau dua puluh tahun dan seterusnya. Dan, jika kita uraikan lebih jauh maka satu tahun adalah dua belas bulan, satu bulan tiga puluh hari, satu hari dua puluh empat jam, satu jam enam puluh menit, satu  menit adalah enam puluh detik.

Ternyata umur kita adalah detik dan detik ini adalah DETAK, ya detak jantung kita, maka umur kita adalah detak jantung kita. Jika detak jantung kita berhenti, maka berhenti pula umur kita didunia ini.

Dan sekali lagi,

Umurku adalah untuk memenangkan mu

maka setiap detik dari hidup kita atau setiap detak jantung kita adalah untuk berusaha bagaimana agar orang lain menang.

Orang lain adalah diluar diri kita, maka mari kita urut siapa saja disekeliling kita yang akan kita menangkan dengan jatah umur yang kita miliki.

Pasangan hidup kita (istri / suami) adalah pelengkap hidup. Suami adalah pakaian istri dan istri adalah pakaian suami. Saya ada untuk memenangkan pasangan saya, kebahagiaannya adalah kesenangan saya, tangisnya adalah sedih saya. Maka saya akan berjalan disampingnya agar ia menang.

Anak saya adalah titipan masa depannya. Maka saya hadir untuk memenangkannya. Saya jadikan dia anak panah yang saya lepas dari busurnya.

Sahabat terkasih, saya hadir untuk memenangkan Anda. Seorang sahabat seharusnya berperilaku memenangkan sahabatnya 

Dan saya ingin membantu menyampaikan:

Bila langkah-langkah Anda memajukan Anda jauh di depan kami, berbahagialah karena kami akan mengikuti Anda. Bila Anda berhenti atau terhentikan, yakinlah bahwa kami akan mendorong Anda untuk menguatkan langkah-langkah maju Anda berikutnya.

Ada sebuah pertanyaan yang menyentak: Jika Anda meninggal, sebagai apakah Anda ingin diingat oleh dunia? Lalu lanjut beliau: Seharusnya hati ini bergetar mendapat pertanyaan seperti ini dan sangat khawatir jika jawabannya adalah hanya ingin menjadi orang yang biasa-biasa saja.

Saat itu saya teringat akan proses kejadian seorang manusia di alam rahim. Dari sekian milyar kemungkinan terjadinya seorang manusia dari seorang ayah, hanya kita yang diijinkan hidup dan lahir kedunia ini. Maka apa jawaban kita jika sekian milyar saudara kita itu bertanya: Kami telah rela diri kami berkorban untuk kelahiranmu, kenapa kamu hanya menjadi manusia biasa-biasa saja?

Sahabat, mari jadikan setiap detak jantung kita untuk menjadikan orang lain menang.

Dan yang terakhir…

Engkau harus membangun keahlian dalam menjadikan dirimu mampu, menghasilkan lebih dari kebutuhanmu, dan menjadikan dirimu pribadi yang mampu untuk membantu orang lain dengan kelebihanmu.

Engkau hanya semulia yang kau kerjakan..

sciencesoup:

Creativity in Science

They should have sent a poet,” whispers Ellie in the 1997 film Contact. She is a radio astronomer, and when sets eyes on an alien galaxy for the first time, she has no words for its beauty. Despite being fiction, I think this interestingly highlight for pursuits in arts and sciences to be cross-disciplinary. Many students lose interest in science at an early age because it’s largely “taught to the test”, and so there is a decreased focus on creativity and imagination. Even practical experiments allow little room for creativity, as students all expected to get the same results—and although this is important for teaching the scientific method, careers in science are not entirely like this: they require creativity and innovation. The infographic above shows the results of Creativity and Education: Why it Matters, a survey by research firm Edelman Berland (note: it is not specifically science-related). The research shows that that 85% of participants think creativity is crucial for problem solving in their career, yet 32% don’t feel comfortable thinking creatively. Yet, creativity is what keeps science moving forwards, because it fosters new connections and therefore gives rise to not only practical innovation, but also the creation of new knowledge. Scientists and engineers frequently encounter problems where they must use abstract, creative thinking, and they should be equipped to do this. From an early age, students should be encouraged to let their imaginations run wild, and also to use scientific reasoning to assess and test their ideas—and this approach of being open to multiple disciplines would be beneficial not only to science, but also foster innovation in other disciplines too. In Einstein’s words: “Imagination is more important than knowledge. For knowledge is limited to all we now know and understand, while imagination embraces the entire world, and all there ever will be to know and understand.

tinycartridge:

Apollo Justice is back for Ace Attorney 5

The hero of Ace Attorney 4 will make a return for the game’s 3DS sequel (though Phoenix Wright will return to star in the game), according to these scans from the latest issue of Famitsu.

This news seems to have crashed Court Records, so I can’t relay all the data fans have been able to deduce based on what’s shown so far, but I think it’s pretty clear from the image — Apollo is now part-mummy, which explains the bandages and missing badge. You see, mummies can’t be attorneys.

Either that, or he’s suffered burns from the bomb that went off at court (the event that kicks off Ace Attorney 5’s story). Seems presumptuous, however, to immediately dismiss the mummy evidence and accept that theory.

BUY: Ace Attorney games, upcoming releases

comealongstormaggedon:

lesreichenbachfinn:

When people turn to fictional characters, it’s often because they want an escape. The stories of these people shelter us from the storm of our daily lives; they save us, if only for a little while. But when we really give in, become invested, let ourselves be vulnerable, something changes. We begin to feel that we know them. It’s no longer just an escape, but part of us, something that makes us who we are.

These characters teach us that incredible adversity can be overcome. That people can love each other forever. That life can be an adventure. That magic can be real. And even if these miracles have never happened to us, we begin to go through life believing that, someday, they could. 

If anybody ever tells me that storytelling isn’t important anymore, I’ll show them this post. 

(Source: romangodfrey)

To Tumblr, Love Pixel Union